Me and my life
This is a small tale when I abandoned everything to chase a romantic dream I was praying, might change my life for the better. Even if I had no Idea what would make me happy. I looked at friends who seemed happy with their lot and felt picky and ungrateful, because I knew I was ridiculously fortunate and I couldn’t help wondering. I guess I was in a “ what – the – hell – am – I – doing “ crisis. Fighting back cynicism, pessimism and every negative ism in the dictionary. Only desperation made me stand on my ground. I can’t stand girls but I’ve always been independent, from going to the movies and doing anything else by myself. But I was starting to think, there was something wrong with me. I’d had loads of girlfriends, but there was always some vital chemistry missing. Was it too much to ask for a smart, funny and, thus, sexy girl who adored me. I wasn’t looking for Scarlett Johansson look alike, I simply craved the company of someone who would make me think and laugh and feel. The process went something like this : Meet Miss potential ; fall head over heels in lust, love or both. Turn into performing puppy, do anything to render myself adorable and to win points rather than just be me. Struggle to maintain my independence, start to dislike what I have become but by this time it’s too late.
And now what..? I feel like I am at the drama, the tale sounds so melodic yet pathetic.
And now what..? I feel like I am at the drama, the tale sounds so melodic yet pathetic.
Tuesday, April 26, 2011
Sekelumit cerita
Hmmm, sudah lama rasanya aku tidak pernah mengekspresikan diriku ini. Kalau di lihat dari posting sih Februari 2010. Sudah setahun lebih, tentu ada banyak hal yang aku lalui selama itu. Dari mempunyai secret admirer *ehmmm, rada-rada show off kalee, sampai short love story yang pernah bikin aku hampir lepas track, dan yang paling terakhir adalah berkutat dengan profesionalisme kerja untuk menyokong kehidupanku. Dua hal terakhir inilah yang paling banyak menguras energiku sampai aku sering lupa akan kehidupan normalku. Waktu yang aku jalani dari hari kehari sangat monoton, aku perlu energi baru, aku perlu situasi baru, aku perlu semuaaa hal hal yang baru yang belum pernah aku temu, jalani, lewati dan seterusnya. Aku bahkan ingin meronta dan protes, ada apa ini dengan diriku ? apakah lingkungan dan orang sekitarku yang berubah, atau memang aku yang perlu perubahan. Tahun ini baru berjalan empat bulan, hiaaah sekarang baru bulan april kan ? tapi aku merasa sudah menyentuh titik nadir. Aku kira, aku akan menemukan alur hidupku di tahun ini, karena memang awal tahun ini sangat menjanjikan. Semua hal positive seolah olah datang menghampiriku dengan gampangnya, sebenarnya aku ingin cerita akan hal tersebut, tapi sudahlah..........terlalu private kayaknya. Jadi males cerita nih, to be continue yah....... hehee maaf nanggung.
Monday, April 25, 2011
ARUS
Banyak yang bersabda "Jalani hidup bagai air mengalir" tapi kerap kali kita lupa akan kemana arah air itu mengalir. Ke daratan ?? ke semak belukar ?? ke samudra raya ?? atau malah nyungsep ketepian jurang ??
Sering kali kita terlena, ikuti arus akhirnya terseret. Sering kali kita tak belajar pada penghuni air yang selalu waspada akan bahaya yang datang akibat di bawa oleh arus tenang. Jika ancaman mengendus, mereka langsung berenang secepat kilat melawan arus.
Banyak yang bersabda "Jalani hidup bagai air mengalir" Namun lupa bertanya kepada si pembuat aliran dan akhirnya kebingungan dalam putaran arus.
Berhentilah dan lihatlah sejenak saat di ombang ambingkan derasnya aliran. Bertanyalah terus pada-NYA, kompas-NYA akan mengarahkan kita ke arus yang membuat kita hidup.
Sering kali kita terlena, ikuti arus akhirnya terseret. Sering kali kita tak belajar pada penghuni air yang selalu waspada akan bahaya yang datang akibat di bawa oleh arus tenang. Jika ancaman mengendus, mereka langsung berenang secepat kilat melawan arus.
Banyak yang bersabda "Jalani hidup bagai air mengalir" Namun lupa bertanya kepada si pembuat aliran dan akhirnya kebingungan dalam putaran arus.
Berhentilah dan lihatlah sejenak saat di ombang ambingkan derasnya aliran. Bertanyalah terus pada-NYA, kompas-NYA akan mengarahkan kita ke arus yang membuat kita hidup.
Subscribe to:
Comments (Atom)