Me and my life

This is a small tale when I abandoned everything to chase a romantic dream I was praying, might change my life for the better. Even if I had no Idea what would make me happy. I looked at friends who seemed happy with their lot and felt picky and ungrateful, because I knew I was ridiculously fortunate and I couldn’t help wondering. I guess I was in a “ what – the – hell – am – I – doing “ crisis. Fighting back cynicism, pessimism and every negative ism in the dictionary. Only desperation made me stand on my ground. I can’t stand girls but I’ve always been independent, from going to the movies and doing anything else by myself. But I was starting to think, there was something wrong with me. I’d had loads of girlfriends, but there was always some vital chemistry missing. Was it too much to ask for a smart, funny and, thus, sexy girl who adored me. I wasn’t looking for Scarlett Johansson look alike, I simply craved the company of someone who would make me think and laugh and feel. The process went something like this : Meet Miss potential ; fall head over heels in lust, love or both. Turn into performing puppy, do anything to render myself adorable and to win points rather than just be me. Struggle to maintain my independence, start to dislike what I have become but by this time it’s too late.



And now what..? I feel like I am at the drama, the tale sounds so melodic yet pathetic.















Wednesday, November 9, 2011

SELAMAT ULANG TAHUN MAWAR PUTIHKU



Sebenarnya ini bukan tentang kepergianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,

Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau di sini. 
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan, bidadari surgaku...

9 November 1981 - 31 Januari 2011.
Selamat ulang tahun mawar putihku, semoga kau bahagia di sana bersama NYA.

Kutipan dari BJ. Habibie